Beranda » INFO » Perbedaan Dye Lot

Perbedaan Dye Lot

Dye lot pada kain tekstil artinya catatan yang diambil selama proses pencelupan (dyeing) kain yang digunakan untuk mengidentifikasi bahan yang menerima pewarnaan di wadah yang sama pada waktu yang sama. Pabrik memberikan nomor identikasi unik pada setiap lot produksi berupa nomor PO (Purchase Order) dan nomor lotnya kemudian menuliskan data tersebut pada sebuah stiker label gulungan kain saat proses pengemasan. Meskipun informasi mengenai lot pewarna sangat esensial untuk pencatatan bisnis internal, namun konsumen bahan eceran juga memiliki kepentingan untuk memastikan bahwa mereka membeli warna bahan tertentu dari lot pewarna yang identik.

Terms & Conditions:

  1. To be cut & sewn only with pieces of same dye lot number: Konsumen hanya diperbolehkan memotong dan menjahit kain dari gulungan yang sama atau gulungan kain lainnya dari No. Lot dan No. PO (waktu produksi) yang sama. Bahan gulungan atau potongan kain dari No. PO dan No. Lot pewarna yang sama dipahami memiliki warna yang sama dan dianggap cocok bila dipotong dan dijahit bersamaan. Adanya sedikit perbedaan suhu, waktu pencelupan dan faktor lainnya dapat menghasilkan variasi shade yang berbeda meskipun formula pewarnanya konsisten. Jika hal ini tidak memungkinkan, maka konsumen disarankan untuk terlebih dahulu membandingkan sampel dari lot pewarna (No. PO dan No. Lot) yang berbeda untuk menjaga konsistensi guna menghindari perbedaan warna yang tidak diinginkan. Warna yang dikontrol keidentikannya oleh pihak manufaktur adalah warna kain antar lot (batch) dari No. PO (waktu produksi) yang sama.
  2. No responsibilty accepted after cut: Pastikan kain (jenis, warna, dan ukuran) yang diterima sudah sesuai dengan format order karena kami tidak menerima komplain jika kain sudah dipotong.

Penyebab Adanya Variasi Warna

Suhu, waktu pencelupan, sumber air, dan human eror semuanya dapat berkontribusi menyebabkan terjadinya sedikit perbedaan variasi warna pada kain tekstil yang diproduksi. Normalnya, standar produksi memungkinkan adanya perbedaan variasi warna dengan rentang toleransi ±6% (lebih terang atau lebih gelap) dari acuan produksi. Klik disini

Pada pewarnaan kuat, kain dapat bertambah berat karena menyerap lebih banyak zat warna. Sebagai contoh kain yang dicelup formal jet black (3x celup), normal bila mengalami penambahan berat hingga 2 GSM (maksimal 5% dalam batas toleransi acuan berat produksi). Pewarnaan kuat seperti warna formal jet black, biru tua, merah tua, atau warna gelap dan pekat lainnya mengalami penyerapan zat warna yang lebih banyak daripada warna lebih muda (cerah) sehingga selain dapat menambah berat juga menyebabkan tekstur kain tidak selemas warna yang lebih muda (cerah) dan menyebabkan adanya lapisan warna yang membuat rasa risih/ kasar saat permukaan kain diraba. Lapisan warna residu produksi ini akan bersih setelah dicuci (bukan bagian dari warna kain yang harus dipertahankan) hingga membuat kain terasa lebih halus dan lembut. Sama halnya dengan berat kain yang diukur menggunakan alat timbangan yang dikalibrasi berkala, spektrum warna juga dikontrol dengan alat khusus untuk menentukan apakah persentase variasi warna masih toleransinya.

In syaa Allah kami selalu berusaha memproduksi kain dengan kualitas, spesifikasi, dan warna yang sama (konsisten) sesuai katalog produk dan sample kain. Sebab kain yang kami jual adalah kain yang diproduksi secara khusus sesuai permintaan kami, minimal 1lot penuh per warnanya (fresh order). Kami pun bekerjasama in syaa Allah hanya dengan manufaktur-manufaktur yang memiliki profesionalisme dan kredibilitas tinggi. Terbukti memiliki pengalaman dalam bisnis tekstil selama puluhan tahun dan menerapkan standar manajemen produksi tinggi sesuai standar tekstil yang berlaku secara internasional. Mereka pun in syaa Allah senantiasa berusaha melakukan semua yang mereka mampu untuk memastikan konsistensi tekstur, warna, dan berat sesuai acuan produksi agar terus dapat meningkatkan efisiensi serta mempertahankan sertifikasi Oeko Tex Standar 100, ISO, dan sertifikasi lainnya yang telah dicapai sebagai jaminan kepercayaan konsumen terhadap manajemen mutu.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa: Kain Sultan dan kain Emirates Grade A original, bukan limbah tekstil/ sampah produksi (waste) berupa potongan kain yang kemudian dikemas ulang bentuk gulungan kain (repacked dengan atau tanpa merk), memiliki ciri sebagai berikut:

  • Didalam 1 gulungan terdapat beberapa sambungan (joint) dengan dimensi panjang yang relatif pendek (sisa potongan semua proses QC di pabrik)
  • Kain sambungan didalam gulungan memiliki warna yang berbeda-beda bahkan berat dan tekstur pun bisa berbeda juga karena merupakan potongan limbah produksi yang berasal dari No. PO dan No. Lot yang tidak diketahui. Padahal, tidak hanya kain fresh order grade A, tetapi kain grade B (original) yang berasal dari 1lot produksi (batch) yang sama semua identik warnanya, tidak ada shading variation dalam 1lot (batch) kecuali manajemen kontrol produksi pabrik dan labnya sangat buruk. Pihak pabrik tak hanya mengkontrol keidentikan warna dalam 1lot (batch) melainkan juga antar lot dalam satu waktu produksi (No. PO) yang sama.
  • Kain tersebut bukan kain grade B sekalipun penjual melabel-nya sebagai kain grade B. Kain grade B yang original dihasilkan melalui proses QC dengan standar inspek ketat sehingga akan cukup sulit dibedakan dengan kain grade A karena yang membedakan diantara keduanya adalah jumlah poin kecacatannya dan hanya dapat dibuktikan dengan menggunakan mesin inspek atau catatan dokumen pabrik. Tentu saja, harga kain repack limbah tekstil ini harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga kain sejenisnya dengan grade A dan grade B original. Harga kain limbah tekstil kemasan repack bentuk rol pun mungkin dijual dengan harga lebih tinggi daripada yang dijual secara kiloan maupun karungan (bal) padahal keduanya adalah sama-sama limbah tekstil.

Kain Sultan dan kain Emirates Grade A original, juga bukan kain sisa produksi all grade yang ada di pabrik disebut juga kain sisa ekspor/ kain stock lot/ kain over produksi/ sisa ex garment dan konveksi/ sisa industri textile. Kain tersebut tidak dibeli oleh original buyer (pihak garmen atau konsumen diluar negri yang memesan fresh order) karena beberapa kondisi tertentu misal over produksi (kuantiti kain grade A-nya melebihi permintaan), spek tidak sesuai permintaan, atau kainnya grade B (yang dipesan adalah kain yang lulus QC grade A standar expor). Kain sisa produksi all grade memiliki ciri sebagai berikut:

  • No. PO dan No. Lot-nya bisa berbeda-beda, acak campur dikumpulkan jadi satu dalam kurun waktu tertentu, bisa hitungan bulan bahkan hingga bertahun-tahun menumpuk di gudang pabrik .
  • Jenis kain/ tenun yang sama mungkin memiliki kustomisasi spek dan tekstur bahan yang berbeda-beda tergantung dari pesanan/ permintaan original buyer (pemesan/ pembeli asli)-nya, misal jenis woolpeach warna formal black ada yang beratnya 110GSM (sisa pesanan konsumen A), 120 GSM (sisa pesanan konsumen A), atau 140GSM (sisa pesanan konsumen A).
  • Kain grade B memiliki kecacatan lebih banyak daripada kain grade A (perhitungan poin cacat per 100yard persegi), itu sebabnya harga kain grade B jauh lebih murah daripada kain grade A.

Karena adanya dye lot variation dalam standar produksi, maka konsumen harus selalu membeli kain yang cukup dari nomor dye lot yang sama dengan nomor PO (waktu produksi) yang sama juga. Pastikan ukuran yang dibeli sudah sesuai kebutuhan (pas):

  1. Meteran ecer: Apabila 1gulungan sudah terpotong habis, maka operator gudang akan membuka dan memotong gulungan kain yang baru dengan No. PO dan No. Lot produksi yang mungkin berbeda.
  2. Rol: Jika kain yang dibutuhkan ternyata masih kurang, maka harap infokan No. PO dan No. Lot kain sebelumnya agar kami dapat mengecek ketersediaannya di gudang kami. Maksimal 1-2 pekan karena mungkin stok gulungan kain dengan No. PO dan No. Lot yang sama sudah tidak tersedia (sold) berganti dengan No. produksi terbaru.

Kami in syaa Allah berkomitmen untuk memastikan agar kain gulungan yang dibeli oleh konsumen memiliki No. PO dan No. Lot yang sama sesuai stok gudang kami agar efisiensi produksi konsumen lebih tinggi (bisa menjahit semua gulungan bersamaan), misal konsumen membeli kain Marzan berwarna hitam sebanyak 5rol, maka kami akan berusaha mencarikan 5rol dengan No. PO dan No. Lot yang sama, perhatikan gambar dibawah ini sebagai contoh: yang bertinta merah keterangan didalam kurung No. PO 97 dan No. Lot 5 semua dengan rincian 51 yard, 51 yard, 55yard, 50yard, dan 50yard.

Penyebab Adanya Variasi Berat

Dikarenakan banyak variabel produksi yang mempengaruhi sehingga tidak mungkin produksi 100% sama (warna, berat, tekstur) dari waktu ke waktu. Untuk meminimalisir perbedaan tekstur yang siginfikan pada kain yang diproduksi, normalnya, standar produksi memungkinkan adanya perbedaan variasi berat dengan rentang toleransi ±5% (lebih ringan atau lebih berat) dari acuan produksi.

Sebagai contoh jika berat kain SOFT LEXUS acuan produksinya 155GSM

  • 155 GSM-5%= 147.25GSM
  • 155 GSM+5%= 162.75GSM

Maka berat kain normal Soft Lexus berada direntang ±5%, yaitu diantara 147.25 – 162.75 GSM

Jadi, bisa saja produksi (No. PO 1) saat ini memiliki berat misal 150GSM yang dekat dengan batas toleransi terendah dan kemudian waktu produksi berbeda (No. PO 2) misal 160GSM yang dekat dengan batas toleransi tertinggi.

  • Gramasi 150GSM pada No. PO1 menunjukan berat kain soft lexus berada di toleransi gramasi yang sangat rendah mendekati toleransi berat minimal 147.25GSM sehingga mungkin saat diraba permukaannya terasa lebih halus rata (smooth), terasa lebih lemas dan lebih tipis.
  • Sedangkan, gramasi 160GSM pada No. PO2 menunjukan berat kain soft lexus berada di toleransi gramasi yang sangat tinggi mendekati toleransi berat maksimal 162.75 GSM sehingga mungkin saat diraba permukaannya terasa lebih kasar (ekstra tekstur) dan tidak selemas kain No. PO1.

Jika berat kain hasil produksi di No. PO tertentu ternyata diluar toleransi dan merubah tekstur spek order kain sultan maka kain tersebut tidak di-approve/ tidak dijual oleh kain sultan (melalui persetujuan kami terlebih dahuliu). Kemudian, kain yang tidak memenuhi kriteria tersebut oleh pihak pabrik akan dijual kepada konsumen lain sebagai kain sisa produksi, disebut juga kain sisa ekspor/ kain stocklot/ kain over produksi dengan harga relatif lebih rendah.

 

Perbedaan Dye Lot | KAINABAYA

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.