Beranda » WASH&CARE » Mengapa terasa beda?

Mengapa terasa beda?

Hasil produksi tidak mungkin 100% sama. Oleh karena itu, kami memilih manufaktur-manufaktur bonafide untuk memproduksi kain sultan. Manufaktur tersebut telah tersertifikasi Oeko Tex Standar 100, ecolabel (ramah lingkungan), ISO5001, ISO9001, dan lain-lain. Standar manajemen tekstil sangat tinggi sesuai aturan yang berlaku internasional, mulai dari tes quality, lab dip (warna); proses produksi: weaving, dyeing; bahkan hingga pengolahan limbah sehingga aman dan tidak membahayakan lingkungan khususnya bagi warga sekitar DAS. Dengan kualifikasi yang prima meyakinkan kami bahwa kualitas produksi nantinya jadi lebih terjamin in syaa Allah.

Hal-hal yang mungkin menyebabkan ekstra tekstur pada kain yang diproduksi:

1. Gramasi

Berdasarkan kaidah tekstil, untuk meminimalisir perbedaan tekstur yang siginfikan pada kain yang diproduksi, maka toleransi berat kain yang acceptable normalnya berada di range ±5%. Jadi, tidak mungkin setiap produksi (lot dan waktu produksi berbeda) menghasilkan kain dengan warna, berat, dan tekstur yang pasti sama 100% dengan spek order/ permintaan kain sultan.

Sebagai contoh: Jika berat kain SOFT LEXUS dibuat 155 GSM maka berat kain normalnya berada direntang ±5%, yaitu:

155 GSM-5%=147.25 GSM

155 GSM+5%=162.75 GSM

Jadi, bisa saja produksi saat ini memiliki berat di batas toleransi terendah dan kemudian produksi berikutnya berada dibatas toleransi tertinggi yaitu kisaran (range) berat diantara 147.25 GSM hingga 162.75 GSM. Saat kain berada di toleransi berat (gramasi) tinggi mungkin saja menyebabkan permukaan kain saat diraba terasa memiliki ekstra tekstur. Sebaliknya, kain yang beratnya di toleransi gramasi rendah saat diraba permukaannya terasa lebih halus rata (smooth).

Adapun jika berat kain diluar toleransi dan merubah tekstur spek order kain sultan maka kain tersebut tidak di-approve/ tidak dijual oleh kain sultan, biasanya oleh pihak pabrik kain tersebut akan dijual kepada market lokal lain sebagai kain stocklot/ kain sisa ekspor.

2. Pewarnaan (Dyeing)

Pada pewarnaan kuat, biasanya kain akan bertambah beratnya. Sebagai contoh kain yang dicelup formal jet black, umumnya akan ada penambahan berat sekitar ±2GSM jika dibandingkan dengan warna reguler. Hal ini, dikarenakan pada pewarnaan kuat seperti warna formal jet black, biru tua, merah tua menyebabkan benang menyerap zat warna lebih banyak.

Sama halnya dengan berat kain, spektrum warna juga dikontrol dengan alat khusus, selain pemeriksaan fisik.

Perlu diingat, bahwa sebagian besar kain sultan merupakan kain dengan tenun dobby dimana permukaan kain memiliki ekstra tekstur sesuai pola anyamannya bukan halus rata (smooth), maka adalah hal normal jika saat hasil produksi beratnya di-range toleransi tinggi tekstur tenun permukaannya akan lebih terasa/ extra texture (seperti crepe) dibandingkan dengan kain yang berat (gramasi)-nya berada di-range toleransi rendah, itu sebabnya bahan abaya arab sering disebut dengan istilah crepe, misal fursan crepe, lexus crepe, maliky crepe, nida crepe, crystal crepe.

Hal tersebut adalah normal dan dalam batas kontrol.

Jadi, berat, warna, dan tekstur kain 100% sama jika beli dari gulungan yang sama atau 1lot penuh (±1500 yard/ warna). Untuk menghasilkan berat, warna, dan tekstur kain yang sama 100% setiap produksi kemungkinannya amat sangat kecil atau bahkan bisa dikatakan tidak mungkin karena banyak variabel yang mempengaruhi. Oleh sebab itu dalam dunia industri, khususnya tekstil ada alat dan mekanisme control system yang digunakan sebagai standar manajemen produksi untuk meminimalisir eror.

Khusus pembelian ecer, pastikan kain yang dibeli ukurannya sudah tepat. Sebab, jika berbeda waktu order atau jika gulungannya sudah habis, maka bisa jadi kain akan dipotong dari gulungan dengan lot dan waktu produksi yang berbeda. Konsekuensinya adalah adanya kemungkinan perbedaan warna, gramasi (berat) dan teksturnya (dalam batas toleransi). Secanggih-canggihnya teknologi mesin dan manusia hanya mampu memproduksi kain yang sama namun dalam batas toleransi normal yang diterima secara teoritis (acceptable), bukan 100% yang sama secara mutlak.

Kain sultan bukan kain potongan/ kain kiloan/ kain ton limbah tekstil (bekas proses QC grade kain/ inspek cacat), kain stocklot atau kain sisa ekspor dimana spesifikasi produknya mungkin tidak konsisten dikarenakan kainnya adalah kain sisa pesanan all grade (baik kain grade A point maupun kain grade B, C, D, dan BS) dimana spesifikasi produknya dibuat tergantung pesanan/ permintaan buyer original (asli)-nya di pabrik, misal customer dari Turki, Eropa, Jepang. Juga bukan, kain stocklot yang menumpuk di gudang pabrik dalam kurun waktu tertentu (bisa bertahun-tahun) dan isinya random/ acak dimana kainnya dari lot serta waktu produksi yang berbeda-beda sehingga berat (gramasi), tekstur, warna/ kehitaman (formal jet black), dan kualitasnya berbeda, atau bahkan koleksi tiap warna dan jenis kainnya berjumlah/ quantity kecil serta terbatas (diskontinyu/ tidak diproduksi lagi).

Jadi, konsumen tidak perlu kuatir, karena kain sultan diproduksi secara fresh order dengan spesifikasi produk sesuai permintaan kain sultan menggunakan control quality yang ketat, in syaa Allah. Kami berusaha komitmen untuk menjaga konsistensi kualitas produk dan amanah dalam melayani. Menjual kain grade A fresh order kualitas ekspor dan bukan kain sisa ekspor merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban komitmen kami. Perbedaan yang dirasakan bisa dipengaruhi oleh faktor diatas atau karena perasaan yang sifatnya subjektif, diantaranya memori yang terbatas, kondisi kulit, kelembaban udara.

Mengapa terasa beda? | KAINABAYA

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.