Beranda » PRODUK IMPOR » PREMIUM FURSAN FORMAL BLACK

PREMIUM FURSAN FORMAL BLACK

[metaslider id=119]

PREMIUM FURSAN adalah jenis KAIN ARAB yang terkenal dipakai untuk membuat ABAYA di Timur Tengah, terutama di Makkah dan Madinah. Kebanyakan abaya dari Arab Saudi dibuat dari bahan FURSAN daripada Lexus, Hareer, Maliki, dan Nida.

Ciri-ciri kain FURSAN (Disusun oleh www.kainabaya.com):
Kain abaya FURSAN import sangat HITAM PEKAT (ORI Formal Jetblack), LEBIH PEKAT daripada kain jetblack.
– SEDIKIT KILAP di bawah cahaya dan semburat kemilaunya elegan (bukan kinclong), kilapnya seperti lapisan (coating) film.
– Bisa dipakai kedua sisi,baik luar maupun dalam. Namun umunya, yang digunakan adalah bagian luar. Cara membedakan bagian dalam dan luar kain fursan, yaitu permukaan luar terasa lebih halus, lebih kilap, dan warna sedikit lebih terang daripada bagian dalam. Sedangkan permukaan dalam, yaitu warna lebih gelap daripada bagian luar, jika antara kedua sisi kain pada BAGIAN DALAM DIGESEK maka akan TERASA KESAT dan tekstur tenunnya TERASA BERGERIGI.
– LEMBUT, HALUS, dan LICIN. Jika mau digosok sebaiknya gosok pada bagian dalam karena permukaan kesat jadi tidak mudah lurut (ikut ketarik).

Permukaan kain sisi luar terasa HALUS dan LICIN (gambar kiri) dan Tenun sisi dalam terasa KESAT dan sedikit bergerigi jika kain digesek (gambar kanan)

– TIDAK MUDAH KUSUT/ LECEK.
– Praktis karena TIDAK PERLU DIGOSOK (ironless), setelah dicuci cukup dijemur dengan “hanger”/ gantungan baju karena kain sudah halus dan licin.
– Tidak mudah kotor dan kumel.
– Nyaman dipakai, tidak menyebabkan bau badan (kain tidak berubah aroma menjadi bau tidak sedap jika terkena keringat), breathable (TIDAP PENGAP), dan SEJUK (dingin) di kulit meski dipakai di cuaca panas. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak wanita di negara saudi yang panas memakai kain ini.
– SEDIKIT TEBAL dan agak berat jika dipegang namun TERASA RINGAN dipakai dan JATUH BERALUN kebawah (good drape) sehingga nampak anggun ketika dipakai.
Kain fursan jetblack selain bisa digunakan untuk membuat abaya dan gamis, juga bisa dipakai untuk membuat setelannya yaitu kerudung/ jilbab bundar/ jilbab syari.
– Tenun rapat, TIDAK NERAWANG/ TRANSPARAN kecuali diterawang dibawah cahaya tetapi dipakai tidak memperlihatkan warna kulit & anggota tubuh sehingga TIDAK PERLU FURING.
– Serat kain twill (tenun) dan TEAR RESISTANCE / tidak mudah sobek, misal terkena jari-jari sepeda/ motor sehingga lebih awet dan aman bagi pemakainya.
– Tidak melekat dibadan (TIDAK NYEPLAK/ memperlihatkan lekuk tubuh) sehingga mampu menutupi aurat dengan sempurna dan sesuai syariat.
– Lebar kain 170cm dengan berat per meter sekitar 300 gram, sedikit LEBIH BERAT dari Royal Fursan.

Kain Abaya FURSAN ini sulit ditemukan di negara kita, tidak semua toko menjualnya. Mungkin karena permintaan untuk KAIN FURSAN HITAM di Indonesia tidak begitu banyak seperti di Arab Saudi. Tidak heran jika ramai orang balik umrah/ haji yang membawa oleh-oleh abaya dengan kain fursan ini sebab disanalah banyak dijual ABAYA FURSAN dengan berbagai pilihan model, biasanya dijual di toko-toko pakaian disekitar Masjid Nabawi, Madinah.

FURSAN adalah pilihan yang tepat untuk material abaya/gamis dan jilbab syari, berkualitas dan memenuhi kriteria syariat tentunya

Nb: Warna asli lebih gelap dari foto sampul produk.

Dikarenakan kain semburat kilap, maka warna kain terang-gelap) nampak berbeda tergantung sumber cahaya. Sulit digambarkan dengan kata-kata dan memperoleh warna aslinya, warna kain in syaa allah sangat hitam pekat.

Product Detail :

Material 100 % Polyester
Characteristics good handfeel and good drape, more blackness than the normal black (jetblack)
Pattern ABAYA FORMAL BLACK
Style Twill
Feature: Anti-Static, Shrink-Resistant, Tear Resistant
Packing rolls with plastic bag
Used for Abaya dress
Width 68″
Finshined golden stamping
Weight 175 gsm
Packaging Details 50 Yards per roll

 

PREMIUM FURSAN FORMAL BLACK | KAINABAYA

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.